INHU – Guru dan tenaga pendidik tidak hanya memiliki tanggung jawab mendidik generasi masa depan, tetapi juga menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya. Kesadaran akan pentingnya perlindungan tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan kepada Guru dan Tenaga Pendidik (GTK) MI dan MTs Muhammadiyah Teluk Kuantan, yang digelar pada 21 September 2026 di Musholla MI Muhammadiyah Teluk Kuantan.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur MI dan MTs Muhammadiyah Teluk Kuantan bersama para guru dan tenaga pendidik. Sosialisasi menjadi ruang bagi GTK untuk memperoleh pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan serta manfaat yang dapat diterima peserta dan keluarga apabila menghadapi risiko dalam menjalankan pekerjaan.
Guru dan tenaga pendidik merupakan bagian dari kelompok pekerja yang setiap hari menjalankan aktivitas untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Karena itu, perlindungan jaminan sosial menjadi salah satu bentuk upaya memberikan rasa aman agar mereka dapat menjalankan tugas secara lebih tenang.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kuantan Singingi R Argo Sulistiyarto mengatakan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan penting bagi seluruh pekerja, termasuk guru dan tenaga pendidik.
“Guru dan tenaga pendidik memiliki peran besar dalam membentuk generasi masa depan. Karena itu, mereka juga perlu mendapatkan perlindungan ketika menjalankan pekerjaannya. Kami ingin memastikan para GTK memahami manfaat jaminan sosial dan mengetahui bahwa perlindungan ini juga memberikan manfaat bagi keluarga,” ujar Argo.
Ia menambahkan, edukasi kepada lingkungan pendidikan merupakan bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan pekerja.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Induk BPJS Ketenagakerjaan Rengat Muhammad Kurniawan mengatakan perlindungan jaminan sosial sebaiknya dipersiapkan sebelum risiko terjadi.
“Jangan menunggu risiko terjadi baru menyadari pentingnya perlindungan. Guru dan tenaga pendidik juga merupakan pekerja yang memiliki risiko dalam menjalankan aktivitasnya. Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, mereka memiliki perlindungan yang dapat memberikan rasa aman bagi diri sendiri maupun keluarga,” kata Kurniawan.
Menurut Kurniawan, kolaborasi dengan lembaga pendidikan seperti MI dan MTs Muhammadiyah Teluk Kuantan menjadi langkah penting untuk membangun budaya sadar jaminan sosial sejak lingkungan pendidikan.
“Kami berharap sosialisasi ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada para guru dan tenaga pendidik, tetapi juga dapat mendorong semakin banyak pekerja di lingkungan pendidikan untuk mendapatkan perlindungan. Ini menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung sebagai bentuk pendekatan langsung BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat pekerja. Pesan yang disampaikan pun sederhana: guru menjaga masa depan anak-anak bangsa, sementara jaminan sosial membantu menjaga masa depan guru dan keluarganya.(Fan)