(riaukarya.com) Natuna - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, melalui Dinas Kesehatan, terus menunjukkan progres signifikan dalam upaya menurunkan angka stunting usia balita.
Sesuai data diperoleh, stunting di Natuna turun menjadi 12,35 persen hingga Februari 2024. Penurunan ini merupakan buah hasil di dari kerja keras berbagai pihak.
Terutama pemerintah daerah yang terus melakukan intervensi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Pada tahun 2022, data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan angka stunting di Natuna sebesar 18 persen. Setahun kemudian, survei dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) mencatat penurunan menjadi 16,1 persen. Pada tahun 2023, data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) mencatat penurunan lebih lanjut menjadi 12,66 persen, hingga akhirnya angka stunting mencapai 12,35 persen pada awal tahun 2024.
Ketika dikonfirmasi Kepala Puskesmas Ranai, Nazri, menyebutkan berbagai usaha dan cara pihaknya terus melakukan program-program yang telah ditentukan.

Kapus Bunguran Timur, Nazri.
"Kita terus berikan pengarahan kepada masyarakat hingga ke dese-desa," kata Nazri.
Sementara ungkapan serupa dikatakan Kepal Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, dirinya menyebutkan pihak terkait terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi stunting.
“Salah satu langkah yang kita lakukan adalah memberikan makanan tambahan dan gizi kepada anak-anak stunting, serta mengukur kadar hemoglobin pada remaja putri yang berisiko anemia,” ujarnya, Rabu (25/9/2024).
Petugas kesehatan melakukan pengecekan terhadap balita di Natuna. Upaya ini untuk menekan angka stunting di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah.