Pelantikan IKM Riau, Andre Rosiade Siapkan Videotron Besar Mirip Shibuya di Pekanbaru

Pelantikan IKM Riau, Andre Rosiade Siapkan Videotron Besar Mirip Shibuya di Pekanbaru | Foto: mcr
Penulis: Ifan Ar Uzan
Minggu, 21 Juni 2026 | 10:23:04 WIB

PEKANBARU – Pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Riau menjadi momentum untuk memperkuat hubungan persaudaraan antara masyarakat Minangkabau dan Melayu yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Selain sebagai wadah silaturahmi, organisasi ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi, mengatakan hubungan antara Riau dan Sumatera Barat tidak hanya sebatas dua provinsi yang bertetangga. Menurutnya, hubungan tersebut telah tumbuh dan mengakar melalui sejarah panjang, mulai dari perdagangan, pendidikan, budaya, hingga ikatan kekeluargaan yang erat.

“Bagi masyarakat di sini, hubungan Riau dan Sumatera Barat bukan sekadar antara dua provinsi yang bertetangga. Hubungan ini telah tumbuh dan mengakar melalui sejarah yang panjang, melalui perdagangan, pendidikan, budaya, serta ikatan kekeluargaan yang begitu erat,” kata Syahrial Abdi saat menghadiri pelantikan IKM di GOR Tribuana, Pekanbaru, Sabtu (20/6/2026).

Ia menjelaskan, Kota Pekanbaru saat ini telah menjadi salah satu pusat perantauan masyarakat Minangkabau terbesar di Indonesia. Keberadaan masyarakat Minang di Riau, khususnya di Pekanbaru, dinilai telah memberikan warna tersendiri dalam perkembangan ekonomi maupun kehidupan sosial masyarakat.

“Bahkan jika melihat realitas hari ini, Pekanbaru telah menjadi salah satu pusat rantau Minangkabau terbesar di Indonesia. Data kependudukan menunjukkan bahwa masyarakat Minangkabau merupakan kelompok etnis terbesar di Kota Pekanbaru. Dengan proporsi sekitar 38 persen, bahkan berdasarkan data terakhir mencapai 42 persen,” jelasnya.

Menurut Syahrial, besarnya jumlah masyarakat Minangkabau di Riau bukan sekadar angka statistik, tetapi menjadi gambaran nyata eratnya hubungan yang telah terjalin antara kedua daerah selama bertahun-tahun.

“Angka tersebut bukan sekadar statistik. Angka itu menggambarkan betapa eratnya hubungan yang terjalin antara Riau dan Sumatera Barat, menggambarkan betapa banyak keluarga yang tumbuh bersama, betapa banyak usaha yang dibangun bersama, serta betapa banyak sejarah yang ditorehkan bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pelantikan IKM memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar agenda organisasi. Kegiatan tersebut menjadi simbol persaudaraan yang telah lama tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Riau yang majemuk.

“Karena itu, acara ini sesungguhnya bukan hanya pertemuan keluarga Minangkabau. Lebih dari itu, pelantikan ini adalah perayaan persaudaraan yang telah lama terjalin antara Ranah Minang dan Bumi Lancang Kuning,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKM, Andre Rosiade, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menilai IKM tidak hanya berfungsi sebagai organisasi pemersatu warga Minang, tetapi juga harus mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Insyaallah, kita berkomitmen membantu masyarakat Riau. Karena organisasi IKM ini harus bisa bermanfaat bagi semuanya,” tegas Andre.

Dalam kesempatan tersebut, Andre juga mengungkapkan rencananya untuk mendukung penataan wajah Kota Pekanbaru. Salah satu gagasan yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan videotron berukuran besar di kawasan strategis kota, yang disebutnya akan menyerupai videotron ikonik di kawasan Shibuya, Jepang.

“Kemarin saya sudah janji dengan Pak Agung Nugroho untuk mempercantik Kota Pekanbaru. Kita akan bikin di depan Bundaran Mal Pekanbaru dipasang videotron besar seperti yang ada di Shibuya, Jepang,” pungkasnya.

Reporter: Ifan Ar Uzan