Penuhi Hak Spiritual Warga Binaan, Lapas Bagansiapiapi Fasilitasi Ibadah Gereja Oikumene yang Lebih Layak

Pelaksanaan ibadah rutin Gereja Oikumene yang diikuti oleh warga binaan yang beragama Kristen, bertempat di Gedung Gereja Oikumene Lapas Bagansiapiapi yang baru.
Penulis: Abdul Arif Rusni
Minggu, 21 Juni 2026 | 14:47:52 WIB

UJUNG TANJUNG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam hal pemenuhan hak-hak dasar warga binaan, salah satunya adalah hak untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Hal ini terlihat dari pelaksanaan ibadah rutin Gereja Oikumene yang diikuti oleh warga binaan yang beragama Kristen, bertempat di Gedung Gereja Oikumene Lapas Bagansiapiapi yang baru.

Kegiatan ibadah yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh pendeta dari gereja setempat yang bekerja sama dengan pihak Lapas Bagansiapiapi. Kehadiran pendeta ini bertujuan untuk memberikan penguatan iman, motivasi hidup, serta siraman rohani agar para warga binaan tetap memiliki harapan dan semangat untuk memperbaiki diri.

Kegiatan ibadah yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh pendeta dari gereja setempat yang bekerja sama dengan pihak Lapas Bagansiapiapi.

Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik mengungkapkan bahwa pembinaan kepribadian melalui jalur keagamaan merupakan salah satu pilar penting dalam proses rehabilitasi di dalam Lapas.

"Kami selalu mendukung penuh setiap kegiatan keagamaan di sini. Melalui ibadah rutin ini, kami berharap warga binaan Kristen dapat merefleksikan diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga ketika mereka bebas nanti, mereka siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang jauh lebih baik," ujarnya.

Suasana haru dan penuh kedamaian menyelimuti ruangan sepanjang ibadah berlangsung, terutama saat sesi puji-pujian dan doa bersama. Bagi warga binaan, momen ibadah ini bukan sekadar kewajiban agama, melainkan juga wadah untuk saling menguatkan di tengah menjalani masa pidana.

Suasana haru dan penuh kedamaian menyelimuti ruangan sepanjang ibadah berlangsung, terutama saat sesi puji-pujian dan doa bersama.

Pihak Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan tetap mengedepankan pengawasan yang humanis oleh petugas. Kegiatan serupa dipastikan akan terus digelar secara rutin sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian yang berkelanjutan.

Reporter: Abdul Arif Rusni