ROHUL – Sidang Senat Terbuka Universitas Pasir Pengaraian (UPP) Wisuda XXV Program Pascasarjana, Profesi, Sarjana, dan Diploma resmi digelar di Convention Hall Islamic Center Rokan Hulu. Kegiatan ini meluluskan sebanyak 928 wisudawan dan wisudawati, yang pelaksanaannya dibagi dalam dua hari.
Pada hari pertama, Sabtu (26/9/2026), sebanyak 469 lulusan mengikuti prosesi wisuda, sementara pada hari kedua, Minggu (27/9/2026), kembali diwisuda 459 lulusan, sehingga total keseluruhan mencapai 928 orang dari berbagai jenjang pendidikan.
Acara tersebut dihadiri Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM, Ketua Pembina Yayasan Pembangunan Rokan Hulu (YPRH) Dr. H. Achmad, M.Si, Ketua YPRH Ir. H. Hafith Syukri, MM, Kepala LLDikti Wilayah XVII Dr. H. Nopriadi, SKM, M.Kes, Rektor UPP Assoc. Prof. Dr. Hardianto, M.Pd, CPCT, jajaran civitas akademika, para wisudawan-wisudawati beserta orang tua, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Pembina YPRH yang juga Anggota DPR RI Dr. H. Achmad, M.Si menyampaikan bahwa keberadaan Universitas Pasir Pengaraian telah memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar kampus.
“Mahasiswa membutuhkan tempat tinggal, kos-kosan bermunculan, warung makan dan minuman berkembang, serta UMKM di sekitar kampus ikut tumbuh. Ini adalah kontribusi nyata UPP terhadap masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan kampus, terutama terkait infrastruktur.
“Wajar jika UPP berharap adanya perhatian lebih dari Pemkab Rokan Hulu, khususnya akses jalan. Masih ada sekitar 500 meter jalan dari komplek Pemda menuju kampus yang belum diaspal. Kami berharap dapat segera direalisasikan,” tambahnya.
Rektor UPP, Assoc. Prof. Dr. Hardianto, M.Pd, CPCT, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.
“Saudara semua luar biasa. Wisuda ini menjadi momen puncak dari perjalanan panjang akademik yang penuh perjuangan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua mahasiswa atas dukungan dan pengorbanan selama ini.
“Pengorbanan orang tua hari ini terbayar dengan keberhasilan anak-anaknya mengenakan jubah wisuda sebagai tanda selesainya pendidikan,” tambahnya.
Rektor menjelaskan bahwa Wisuda XXV ini merupakan wisuda terbesar sepanjang sejarah UPP, dengan total 928 lulusan, terdiri dari 240 laki-laki dan 688 perempuan. Wisuda kali ini juga dilaksanakan selama dua hari demi kenyamanan dan kekhidmatan acara.
Wisuda ini juga mencatat sejarah baru dengan hadirnya wisuda angkatan pertama Program Pascasarjana UPP sebanyak 16 orang.
Adapun lulusan terbaik (pemuncak wisuda) diraih oleh:
Devi Novita Sari (S1 Kebidanan)
Isnandiah Widiarti (S1 Pendidikan Matematika)
keduanya meraih IPK tertinggi 3,91.
Rektor juga memaparkan bahwa saat ini UPP memiliki 6.284 mahasiswa aktif dan 8.603 alumni, yang menunjukkan kontribusi nyata kampus dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Riau, khususnya Rokan Hulu.
Rektor Hardianto juga menegaskan bahwa UPP terus berperan aktif sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
UPP juga terlibat dalam berbagai kegiatan daerah seperti pengembangan budaya melalui marwahpreneur dan Expo 2026, serta berbagai program kolaboratif lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM memberikan apresiasi kepada UPP yang telah berkontribusi besar dalam mencetak sumber daya manusia unggul di daerah. Ia menegaskan bahwa gelar yang diraih para wisudawan bukanlah akhir, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat.
“Gunakan ilmu untuk menciptakan peluang, menyelesaikan persoalan, membuka lapangan pekerjaan, dan ikut membangun daerah,” pesan Bupati Anton.
Menanggapi aspirasi terkait pengaspalan jalan menuju kampus UPP, Bupati Anton menyampaikan kabar baik.
“Setelah saya koordinasikan dengan Bappeda, alhamdulillah pengaspalan jalan menuju UPP sudah masuk dalam APBD Tahun 2027,” ungkapnya.
Wisuda XXV Universitas Pasir Pengaraian tahun 2026 ini menjadi momentum penting tidak hanya bagi para lulusan, tetapi juga bagi perkembangan pendidikan tinggi di Rokan Hulu.***