Kepentingan Pribadi Bertabur Dalam Rencana Replanting Kebun

Saat rapat mediasi pro-kontra digelar oleh pemerintahan desa Bukit Indah belum lama ini
Penulis: Redaksi
Rabu, 17 Juni 2026 | 20:06:00 WIB

INHU,RIAUKARYA - Upaya kepala desa Bukit Indah kecamatan Rakit Kulim kabupaten Indragiri hulu (Inhu), Wawan dalam mendamaikan warganya yang terpapar pro-kontra, justru harus menuai opini warga desa di masing masing pihak yang saling berseberangan itu.

Bahkan Kadesnya sendiri pun jadi sasaran opini warganya yang berpihak pada sistem replanting dengan pola kemitraan dengan perusahaan.

Menurut beberapa warga yang tak menghendaki sistem swaklola, mengatakan sejatinya pro-kontra dipicu oleh kepentingan pribadi. Pihak warga desa yang menghendaki sistem swaklola atau mandiri tersebut mengatakan jika Kades, Wawan berpihak pada sistem swaklola lantaran ada maunya.

Seperti halnya asumsi kuat yang disampaikan salah satu narasumber yang enggan sebutkan jati diri. Sebut saja Ald (47). Ald mengatakan jika Kades Bukit Indah Wawan memiliki kepentingan pribadi hingga saat ini berada di pihak sebelah.

" Singkatnya, kades mendukung dan berada di pihak sebelah yakni petani yang menghendaki replanting dengan sistem mandiri atau swaklola" jelas Ald.

Ald melanjutkan dengan alasan kuat atas asumsinya terhadap kadesnya itu. Dikatakan Ald bahwa kades juga merupakan salah seorang pengusaha jasa alat berat yang diharapkan nantinya bisa bekerja maksimal di pengelolaan replanting kebun jika pola mandiri atau swaklola itu terjadi.

Menurut Ald, tak hanya kades namun upaya menggagalkan sistem kemitraan dengan perusahaan juga didukung oleh kepentingan orang orang yang memiliki sepak terjang hampir sama dengan Kades, dan itu didominasi oleh para pengurus kelompok tani.

" Istilahnya mereka ingin merasakan kue bersama " ungkapnya.

Terkait tudingan beberapa opini warganya itu, kades Bukit Indah, Wawan juga membenarkan tudingan itu memang ada dan sudah ia dengar langsung dari mulut ke mulut. Wawan juga mewajarkan tudingan itu sebagai bentuk kekesalan pihak sebelah lantaran dirinya mungkin dianggap terlalu perduli melakukan mediasi pro kontra yang sudah terjadi.

Kendati demikian, Wawan juga menampik tudingan itu tidak benar. Kades mengatakan jika dirinya mau maka baik itu kemitraan ataupun sistem swaklola baginya tetap sama. Ia akan tetap jadi subkontraktor jika diterima dalam lamaran kerja nantinya.

" Kalau yang disepakati itu kemitraan ya saya akan coba melamar kerja ke perusahaan dan sebaliknya jika itu sistem mandiri yang berlaku, maka saya juga bisa melamar kesana " terangnya dengan nada datar.

Kades melanjutkan, jika pun saat ini dirinya dianggap sebagai pendukung sistem swaklola dengan tujuan pemanfaatan pribadi maka ia mempertegas jika dirinya tidak layak menjadi kontraktor sebab dirinya mengaku tidak memiliki CV sebagai syarat kerja nantinya.

" Saya juga manusia yang butuh usaha. Jika pun saya ingin bekerja maka itu juga hak saya. Namun sekali lagi saya katakan opini itu tdaklah benar karena saya menganggap dimana pun dan apapun yang akan jadi kesepakatan petani, baik itu mitra atau swaklola saya berhak melamar kerja kepada keduanya" paparnya lagi diulang ulang.

Nairo (43) juga salah seorang pengurus kelompok tani saat bersama awak media ini mengatakan opini itu sudah ramai dibicarakan oleh pihak sebelah. Namun, Nairo juga bilang jika pihaknya juga bisa beropini untuk ditelan oleh pihak sebelah hingga menjadi “perang opini ”

Kendati demikian Nairo tak melanjutkan opini yang direncanakan . Katanya, jika opini pihak sebelah berjalan liar maka opini pihaknya pun akan disampaikan. Sebab saat ini pihaknya juga menyimpan asumsi kuat terutama buat pihak sebelah yang menghendaki sistem replanting dengan pola kemitraan.

" Mudah mudahan lekas membaik jangan sampai liar, tapi jika tidak aku akan pasang badan dan menyampaikan opini yang kami siapkan untuk mereka " ujarnya dengan nada tegas.

Terakhir demi menjadikan berita ini seimbang, ketua Koprasi desa yakni Koprasi Setia Kawan, Budiyanto saat dikonfirmasi awak media ini mengatakan sebaiknya berjumpa langsung di kantor KUD hari Sabtu dalam minggu ini.

"datang aja ke KUD mas, biar kita sampaikan cerita aslinya dan sesuai data yg ada " ucap Ketua KUD melalui pesan singkatnya dalam seluller, Rabu (17/06/2026) sekira pukul 19.00 WIB.(*)

Reporter: Redaksi